[Ilmu Budaya Dasar] Fenomena "Kids Jaman Now"

Fenomena “Kids Jaman Now”







Disusun Oleh:
Adita Nurul Hapsari
10517150
1PA08





Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma
2017






KATA PENGANTAR


Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberika rahmat dan hidayahnya kepadaa kita, sehingga berkat karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah “Fenomena ‘Kids Jaman Now’”. Tidak lupa saya berterimakasih kepada ibu Melaniawati, Amd, SIP, selaku dosen matakuliah Ilmu Budaya Dasar.

Saya sadar bahwa makalah ini tidak sepenuhnya sempurna, untuk itu saya berharap saran dan kritik dari semua pihak untuk kesempurnaan makalah ini. Saya berharap makalah ini dapat bermanfaan bagi saya dan juga pembaca.








                                                                                                 Depok, 21 november 2017
                                                                                                                                                                                                                                                   
                                                                                                                           Penyusun


















BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Istilah ini sebenarnya merupakan guyonan untuk menyingkapi kelakukan aneh dan tidak wajar dari anak jaman sekarang tapi oleh mereka dianggap lazim.

Kata ini kian marak digunakan, bahkan pada headine sebuah portal berita, salah satunya adalah seperti “kelakuan nyeleneh kids jaman now”. Atau postingan di sosial media yang memperlihatkan anak kecil sedang berpacaran dengan captionnya “Kids Jaman Now”

‘Kids Jaman Now’ semakin viral dan menjadi pembicaraan di dunia maya, karena banyak netizen yangmenulis status dan berbagi postingan yang menyinggung mengenai istilah ‘Kids Jaman Now’. Ditambah hampir semua remaja sekarang memiliki media sosial dimana mereka dengan mudah mengakses hal-hal yang mereka anggap trend saat ini, salah satu contohnya adalah mereka dengan mudahnya men-share meme yang bertemakan ‘kids jaman now’, dengan jumlah yang sangat banya sehingga memenuhi berbagai status di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter.

1.2  Rumusan Masalah
1.     Apakah fenomena Kids Jaman Now itu?
2.     Seperti apakah Kids Jaman Now?

1.3  Tujuan Penulisan
1.     Untuk mengetahui apa itu Kids Jaman Now
2.     Untuk memenuhi tugas matakuliah ilmu budaya dasar









BAB II
PEMBAHASAN
1.1  Pengertian Kids Jaman Now
Kids Jaman Now yang merupakan sebuah pelintiran bahasa dari “anak-anak jaman sekarang” memang sedang hangat diperbincangkan saat ini. Makna dari tiga suku kata tersebut sederhananya seperti ini, kalau anak-anak jaman sekarang tidak melakukan hal tersebut bisa dikatakan anak-anak itu ketinggalan zaman.

Hal tersebut yang dimaksudkan bisa apa pun. Entah makan disuatu kafe yang sedang hitz, menggunakan handphone yang bermerk, drama dalam pertemanan, menyanyikan lagu yang sedang tenar, pacaran dan kejombloan, koreo dance yang keren atau joget yang lucu, pakaian, membuat atau menyabarkan meme, berpergian dan lain-lain.

Dari segi bahasa, ‘kids’ dan ‘now’ merupakan kata yang berasal dari bahasa inggris. Kids artinya anak-anak, dan Now adalah sekarang. Yang menjadi aneh, kedua kata inggris tersebut justru digabungkan kedalam satu kalimat dengan kata ‘jaman’ yang berasal dari bahasa indonesia. Tapi inilah yang membuatnya jadi lucu. Kids Jaman Now, maksudnya adalah Anak-anak Jaman Sekarang.

1.2  Fenomena Kids Jaman Now
Ada satu hal cukup mendasar yang bisa dipetik dari fenomena Kids Jaman Now ini. Yaitu sebab-akibatnya, ini seperti konsep dalam pembelajaran bahasa indonesia saat kita bersekolah dulu. Jika kita sterrilkan Kids Jaman Now tanpa ada isi apa pun didalamnya dan hanya sebuah kalimat saja tidak akan terjadi apa apa. Tetapi, apabila dimasukan ke dalam pacaran, hedonisme, kekinian, tentu itu menjadi sesuatu hal yang besar.

Kids Jaman Now  ini sebenarnya membawa fenomena yang sudah ada sebelumnya, dan dengan munculnya Kids Jaman Now justru semakin menambah fenomena-fenomena itu menjadi viral. Contohnya seperti pacaran, pacaran itu sudah ada sejak lama, dan pacaran lebih banyak dilakukan oleh remaja yang beranjak dewasa. Namun karena ‘Kids Jaman Now’ trend pacaran itu semakin banyak dan karena gadget yang digunakan anak-anak pula anak-anak akhirnya beranggapan bahwa itu adalah hal yang keren. Jadilah anak-anak setingkat SD sudah memiliki drama percintaan yang dramatis. Kembali lagi ke konsep Kids Jaman Now, artinya tidak pacaran berarti ketinggalan zaman. Begitu juga dengan perilaku Hedonisme dan kekinian serta perilaku lainnya.

Kids Jaman Now pun akan memudar sendiri pada waktunya. Kids Jaman Now tidak mengajarkan hal buruk, tetapi fenomena didalamnya lah yang memperburuk citra Kids Jaman Now tersebut. Kids Jaman Now bisa saja berisi tentang trend  mendapatkan beasiswa, memenangkan kejuaraan akademik, prestasi olahraga, dan lain-lain. Sehingga fenomena nyalah yang perlu diposifitkan agar kesan Kids Jaman Now bukan seolah lucu tapi menjerumuskan secara perlahan.

Kids Jaman Now dan sinetron, keduanya berkaitan, sinetreon sebagai penumbuh fenomena atau trend dan Kids Jaman Now sebagai penyalurnya. Tren Glamour, pacaran itu berasal dari sinetron. Sinetron memperlihatkan tayangan-tayangan mengenai percintaan, anak-anak sekolah membawa kendaraan super mewah, bepergian kesana-kemari. Dan itu akhirnya menjadi realitas penontonnya, yakni anak-anak. Akhirnya anak akan mengikuti apa yang sinetron siarkan dengan memiliki kisah percintaan, mengemis kepadaorang tuanya agar dibelikan kendaraan yang diingan, makan ditempat mewah dan lain-lain.

Berbicara fenomena Kids Jaman Now, media sosial-lah sebagai inangnya. Instagram  terutama sebagai media sosial yang paling mendominasi dari sosial media lain. Postingan atau unggahan siapa pun bisa dilihat. Terlebih menjadi mudah apabila menggunakan tagar Kids jaman Now dikolom pencarian dan seketika dapat mengetahui apa yang sedang trend saat ini.

Sisi buruknya apabila tagar dan unggahan Kids Jaman Now diisi dengan hal-hal yang tidak bermakna dan positif. Tidak menutup kemungkinan trend negatif juga berkembang dikalangan anak-anak. Seperti contoh, uanggahan tersebut berupa seseorang yang sedang makan ditempat mewah, atau menggunakan pakaian yang tidak pantas, atau membuat parodi tidak berbobot, atau kebut-kebutan saat berkendara.





BAB III
PENUTUP
3.1 Saran
Dari pengaruh baik dan buruknya fenomena Kids Jaman Now ini tetap saja harus mendpatkan perhatian khusus dari berbagai pihak, terlebih orang tua. Oarang tua sebagai institusi yang paling kecil dan paling dekat dengankita harus menjadi pwngawasbagi pengaruh fenomena-fenomena sejenis yang akan datang.

Disisi lain fenomena-fenomena seperti ini tidak juga harus dibatasi penuh. Tetapi apabila bisa dimanfaatkan untuk hal yang positif, maka tidak salah dilakukan. Karena anak-anak pun dan bahkan semua orang butuh aktualisasi diri dan hiburan. Tetapi sebaiknya jika aktualisasi diri dan hiburan yang dibuat adalah yang berbobot, mendidik dan tidak berpengaruh buruk.
3.2 Kesimpulan
Sebenarnya secara kasar Kids Jaman Now tidak akan berpengaruh apabila kita memilki ketidak pedulian. Sebuah realita bisa diterima apabila hadir sebuah empati di dalamnya. Maksudnya adalah Kids Jaman Now seperti trend hedinisme. Anak-anak tidak perlu mengikuti trend paccaran, karena jika tidakpacaran pun mereka tetap aman-aman saja, bahkan masa kecilnya terselamatkan bahagia bermain bersama teman dan giat belajar tanpa memikirkan kisah percintaan.






DAFTAR PUSTAKA    




Popular posts from this blog

[Ilmu Budaya Dasar] Makalah Kebudayaan Mesir Kelompok 7 1PA08

[Ilmu Budaya Dasar] Analisa Puisi "Sajak Putih" Karya Chairil Anwar